Isti
Pujarama
Jurnal Statistika dan
Probabilitas
Sekolah Tinggi
Teknologi Garut
Jl. Mayor Syamsu No.
1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia
Email :
jurnal@sttgarut.ac.id
Abstrak - Proses penghitungan data IPK mahasiswa yang telah
diambli dari 50 sumber yang dimana akan di muat kedalam sebuah bentuk jurnal
LANDASAN TEORI
A. Tabel Distibusi
Frekuensi
Data yang diperoleh dari suatu penelitian yang masih berupa
random dapat disusun menjadi data yang berurutan satu per satu atau
berkelompok, yaitu data yang telah disusun ke dalam kelas-kelas tertentu. Tabel
untuk distribusi frekuensi disebut dengan Tabel Distribusi Frekuensi atau Tabel
Frekuensi saja. Jadi, distribusi frekuensi adalah susunan data menurut
kelas-kelas interval tertentu atau menurut kategori tertentu dalam sebuah
daftar. Distribusi Tunggal adalah satuan-satuan unit, urutan tiap skor, atau
tiap varitas tertentu. Daftar yang memuat data berkelompok disebut distribusi
frekuensi kelompok atau tabel frekuensi bergolong. Distribusi bergolong terdiri
atas beberapa interval kelas dalam penyusunannya. Selanjutnya, dari distribusi
frekuensi dapat diperoleh keterangan atau gambaran dan sistematis dari data
yang diperoleh
B. Grafik Histogram
Histogram adalah grafik yang sering digunakan untuk
menggambarkan distribusi frekuensi. Histogram merupakan grafik batang dari
distribusi frekuensi. Pada histogram, batang-batangnya saling melekat atau
berhimpitan. Grafik dibuat dengan cara menarik garis dari satu titik tengah
batang histogram ke titik tengah batang histogram yang lain. Agar supaya
diperoleh grafik yang tertutup harus dibuat dua kelas baru dengan panjang kelas
sama dengan frekuensi nol pada kedua ujungnya di kiri dan kanan. Pembuatan dua
kelas baru itu diperbolehkan karena grafik histogram merupakan kurve tertutup.
Pada pembuatan histogram digunakan sistem salib sumbu. Sumbu mendatar (sumbu X)
menyatakan interval kelas (batas bawah dan batas atas masing-masing kelas) dan
sumbu tegak (sumbu Y) menyatakan frekuensi.
Langkah-langkah Membuat Histogram
a. Membuat absis dan ordinat, berbanding seperti 10 : 7
b. Absis diberi nama “Nilai“ dan ordinat diberi nama
“Frekuensi“, atau f
c. Membuat skala pada
absis dan ordinat. Perskalaan pada absis ini tidak perlu sama perskalaan pada ordinat. Hal yang penting
adalah skala pada absis harus dapat memuat semua nilai (dan oleh karena
histogram dibuat atas dasar batas nyata, maka skala-skala pada ordinat harus
dapat memuat frekuensi tertinggi).
d. Mendirikan segiempat-segiempat pada absis. Tinggi
masing-masing segiempat harus sama dengan (sesuai dengan) frekuensi tiap-tiap
nilai variabelnya. Segiempat-segiempat ini berimpit satu sama lain pada batas
nyatanya.
Dari tabel dapat dibuat histogram sebagai berikut.
Contoh lain, dengan data distribusi prestasi belajar
“Statitiska I” dari mahasiswa PGSD, diperoleh data sebagai berikut.
Dari data pada tabel 1.9 , diperoleh histogram sebagai
berikut.
Dari kedua contoh tersebut, tidak terdapat perbedaan
pembuatan histogram dengan menggunakan batas nyata dengan pembuatan histogram
dengan menggunakan titik tengah. Hal yang berbeda dalam hal ini adalah
nilai-nilai yang dicantumkan pada absis, yang satu mencantumkan batas nyata,
sedangkan lainnya mencantumkan titik tengah.
C. Grafik Poligon
Untuk membuat grafik poligon, sebenarnya tidak ada perbedaan
penting antara grafik histogram dengan grafik poligon. Perbedaan dalam hal ini
terletak hanya pada
a) Grafik histogram “lazimnya” dibuat dengan mengunakan
batas nyata, sedangkan grafik poligon selalu menggunakan titik tengah.
b) Grafik histogram berwujud segiempat-segiempat, sedang
grafik poligon berwujud garis-garis atau kurve (garis-garis yang sudah
dilicinkan).
Grafik poligon disebut juga grafik poligon frekuensi, dibuat
dengan menghubung-hubungkan titik-titik koordinat (pertemuan titik tengah
dengan frekuensi tiap kelas) secara berturut-turut. Sebagai contoh, dapat
dibuat grafik poligon dari data pada tabel 1.9. sebelumnya.
D. Grafik Ogive
Grafik ini disebut juga dengan grafik frekuensi meningkat.
Grafik semacam ini, tidak banyak digunakan dibandingkan dengan kedua grafik
sebelumnya (histogram dan poligon). Grafik Ogive dapat dibuat, baik dari
distribusi tunggal maupun dari distribusi bergolong. Pembuatan Ogive dimulai
dengan cara-cara seperti membuat grafik lainnya, yaitu: (1) membuat sumbu absis
dan ordinat, berbanding kira-kira seperti satu banding tiga perempat, (2)
membuat skala pada absis untuk mencantumkan batas-batas nyata, dan skala pada
ordinat untuk mencantumkan frekuensi meningkatnya, (3) menarik garis-garis dari
batas bawah di sebelah kiri berturut-turut ke batas nyata di atasnya pada
ketinggian menurut frekuensi intervalinterval yang bersangkutan, (4)
selanjutnya, disempurnakan dengan mencantumkan keterangan yang diperlukan untuk
penyajian. Hal yang perlu diketahui bahwa grafik Ogive dibuat dengan
menggunakan batas nyata dan bukan titik tengah sebagaimana grafik poligon.
Berikut ini diberikan contoh untuk membuat grafik Ogive dari distribusi
bergolong. Grafik Ogive dapat dibuat dengan frekuensi meningkat dari atas atau
dari bawah..
Grafik Ogive
digunakan, apabila ingin mengetahui “kedudukan” seseorang tentang sesuatu hal
dalam kelompoknya sendiri, bukan pola sifat atau kecakapan kelompok seluruhnya.
Oleh karena itu, banyak ditemui hasil-hasil tes bakat, tes kemampuan khusus,
dan semacamnya yang dilaporkan dalam bentuk Ogive atau grafik frekuensi
meningkat. Hal ini disebabkan karena nilai-nilai test semacam itu kerapkali digunakan untuk mengadakan
penilaian tentang kecakapan perorangan
III. HASIL DAN
PEMBAHASAN
d. Table
Distribusi Frekuensi Relatif
Tabel ini di peroleh nilai tepi bawah, tepi atas, frekuesnsi
dan frekuensi relatif.
e. Histogram
Frekuensi
f. Poligon
Frekuensi
Data ini untuk menetukan Nilai tengah dari tepi bawah dan
tepi atas.
G. Ogif Frekuensi
Data ini menetukan kurang dari data di atas.
KESIMPULAN/SARAN
Berdasarkan hasil analisis current system atau sistem yang
sedang berjalan, yaitu kepemilikan hp dari beberapa sumber dapat di tarik
sebuah kesimpulan yakni rata-rata mereka memiliki hp di atas angka 1 dan
diantaranya tidak melebihi angka 5 .
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis mengucapkan
banyak terimakasih kepada Allah SWT, karena atas rahmat-Nya lah jurnal ini
dapat terselesaikan sebagaimana mestinya. Juga tak lupa kepada kedua orang tua,
Dosen dan Teman-teman yang telah
memberikan motivasi dan tak henti-hentinya mendo’akan penulis
DAFTAR PUSTAKA
https://hedyansabila.wordpress.com/distribusi-frekuensi-dan-grafik-2/
sangat membantu gan, kalau boleh bisa saya minta jurnalnya dalam bentuk pdf? soalnya butuh untuk lampiran tugas
BalasHapusterima kasih
email aja ke consjeremy1@gmail.com
Hapussangat membantu gan, kalau boleh bisa saya minta jurnalnya dalam bentuk pdf? soalnya butuh untuk lampiran tugas
BalasHapusterima kasih